Username:
Password :

Lupa Password

Program Dikterapan yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI merupakan terobosan baru dalam pengentasan anak jalanan, anak terlantar, dan anak marjinal lainnya dengan memanfaatkan kapasitas dan potensi yang ada pada lembaga pendidikan keagamaan berasrama. Oleh karena itu perlu dilakukan persiapan yang sangat matang, terutama berkaitan dengan penyiapan program, penyiapan rekrutmen peserta didik, penyiapan sumber daya, dan penyiapan perangkat pembelajaran.

PENYIAPAN PROGRAM

Penyelenggaraan Program Dikterapan harus dirancang dan disiapkan dengan seksama serta melibatkan pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya. Dalam penyiapan penyelenggaraan Program Dikterapan terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:
  1. Pengembangan naskah akademik
  2. Pada tataran pelaksana tingkat Pusat, perlu dikembangkan kajian ilmiah-konseptual mengenai penanganan anak jalanan, anak terlantar, dan anak marjinal lainnya sebagai pengejawantahan dari UUD 1945 Pasal 34 Ayat 1 yang mengamanatkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Kajian ilmiah-konseptual tersebut dituangkan dalam bentuk naskah akademik yang akan dijadikan sebagai landasan dalam mengembangkan desain dan kebijakan penyelenggaraan program pendidikan terpadu bagi kelompok anak marjinal. Adanyan naskah akademik bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), terutama bagi pelaksana teknis di tingkat lembaga pendidikan keagamaan berasrama (Pondok Pesantren), dapat memberikan jaminan bahwa pelaksanaan Program DIkterapan benar-benar dilandasi oleh kajian yang berbasis pada teori dan bidang ilmu yang tepat dan relevan. Sehingga dengan demikian, dapat menghindarkan sikap keragu-raguan dalam pelaksanaan secara operasional di tingkat akar rumput (grassroots).
  3. Penyusunan Juklak dan Pedoman Penyelenggaraan (Juknis)
  4. Melalui rapat-rapat konsultasi dan rapat koordinasi dengan pihak-pihak yang diharapkan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merealisasikan program pendidikan terpadu bagi anak marjinal, perlu disusun petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang dapat dijadikan pedoman penyelenggaraan Program Dikterapan, baik bagi pengambil kebijakan tingkat Pusat dan Daerah, maupun para pelaksana di tingkat lembaga pendidikan keagamaan berasrama (Pondok Pesantren). Dalam hal ini, pihak Pondok Pesantren bisa mengembangkan sendiri pedoman-pedoman yang lebih teknis sebagai pengembangkan lebih jauh dari Juklak dan Juknis yang telah ditetapkan, misalnya terkait dengan muatan lokal dan kekhasan lembaga masing-masing dalam penanganan peserta didik program Dikterapan.
  5. Publikasi dan sosialisasi
  6. Agar program Dikterapan ini dapat dikenal dan diterima oleh masyarakat luas, maka diperlukan upaya-upaya untuk mempublikasikannya melalui berbagai saluran dan media yang tepat. Dalam lingkup nasional, peran media massa cetak dan elektronik yang ada (surat kabar, majalah, tabloid, televisi, radio, dan internet), merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ikut serta mempublikasikan dan menyosialisasikan program Dikterapan. Publikasi dan sosialisasi juga dapat dilakukan dalam even-even yang secara khusus dilakukan untuk memasyarakatkan program Dikterapan ini, misalnya melalui kegiatan-kegiatan seperti Gebyar Dikterapan.
    Pada lingkup yang lebih kecil, di wilayah sekitar Pondok Pesantren, perlu juga dilakukan publikasi dan sosialisasi program Dikterapan. Inisiasi untuk menyosialisasikan program Dikterapan harus datang dari para pengelola Pondok Pesantren bekerjasama dengan pemerintahan setempat yang secara aktif mengajak institusi-institusi yang mengetahui keberadaan dan berkumpulnya anak jalanan dan anak marjinal lainnya, seperti kepolisian, dinas sosial, LSM pembina anak jalanan, pengurus terminal, pengurus pasar/pusat perbelanjaan, dan organisasi sosial dan kepemudaan lainnya.
  7. Kerjasama
  8. Penyelenggaraan pendidikan terpadu bagi anak jalanan, anak terlantar, dan anak marjinal lainnya membutuhkan kesinergian antar berbagai pihak, oleh karena itu Kementerian Agama wajib menjalin kerja sama dengan kementerian lain yang terkait, pemerintah daerah, serta dengan institusi-institusi yang banyak terlibat dalam program penanganan dan perlindungan anak. Kerjasama pada level pengambil kebijakan tingkat Pusat perlu diikuti dengan kerjasama pada tingkat operasional di lapangan antara lembaga pendidikan keagamaan berasrama (Pondok Pesantren) dengan pihak-pihak pemangku kepentingan (stakeholders) di daerah, seperti kepolisian, dinas sosial, LSM pembina anak jalanan, pengurus terminal, pengurus pasar/pusat perbelanjaan, dan organisasi sosial dan kepemudaan lainnya. Kerjasama perlu dibangun secara resmi/formal dalam bentuk MoU tertulis yang menunjukkan kejelasan peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing pihak. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Program Dikterapan menjadi kepedulian semua pihak.
  9. Penetapan Tempat Penyelenggaraan Dikterapan
  10. Survey dan penetapan lokasi rumah transisi dan lembaga pendidikan keagamaan berasrama untuk tempat penyelenggaraan Program Dikterapan sudah dilakukan oleh Kementerian Agama. Berdasarkan hasil monitoring, permasalahan yang banyak ditemui yaitu pada penetapan rumah transisi, karena pada umumnya, Pondok Pesantren belum memiliki tempat yang secara khusus diperuntukkan sebagai rumah transisi.
    Tempat pelaksanaan pendidikan untuk penyesuaian diri bagi peserta didik Program Dikterapan di rumah transisi ini bisa dilakukan baik di lingkungan pondok pesantren maupun tempat lain di luar pondok pesantren. Apabila dilaksanakan di lingkungan pondok pesantren, sebaiknya dipilih tempat atau lokasi yang tepat supaya tidak mengganggu jalannya pendidikan bagi santri yang ada di pondok pesantren tersebut. Keuntungan pelaksanaan yang dilakukan di pondok pesantren di antaranya akan memberikan hasil yang lebih maksimal, karena peserta didik dapat mempelajari langsung bagaimana kondisi pondok pesantren secara riil. Dengan demikian, sudah terjadi proses adaptasi, sehingga ketika proses pendidikan penyesuaian diri ini berakhir, peserta didik sudah siap memasuki dan hidup dalam suasana pondok pesantren.
    Penetapan lokasi rumah transisi untuk pendidikan penyesuaian diri ini idealnya terpisah dengan lokasi Pondok Pesantren, hal ini sesuai dengan tujuan ditetapkannya rumah transisi yaitu sebagai tempat yang dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan fisik, pemulihan kondisi psikologis, dan identifikasi potensi dan karakteristik, serta kecenderungan minat dan bakat calon peserta didik Program Dikterapan, sebelum mereka tinggal dan mengikuti pendidikan di Pondok Pesantren.
    Setelah calon peserta didik mendapatkan pelayanan pada rumah transisi mereka diperkenalkan dengan keadaan lembaga pendidikan keagamaan berasrama yang akan mereka tinggali. Tidak seperti rumah transisi, lembaga pendidikan ini sudah ada sebelumnya dan menyediakan semua sarana dan prasarana termasuk sumberdaya manusia yang dibutuhkan untuk memberikan layanan pembelajaran dan pengasuhan bagi peserta didik Program Dikterapan. Namun demikian, untuk menghindari hal-hal yang kurang diinginkan, pada periode waktu tertentu di awal peserta didik masuk ke lembaga pendidikan keagamaan berasrama sebaiknya tempat kegiatan pembelajaran dan pengasuhan terpisah dengan santri yang sudah menetap sejak lama.

Al - Aziziah (Provinsi Banten)

Al - Qodiriyah (Provinsi Banten)

Al Abror (Provinsi DKI)

Al Amanah (Provinsi Jawa Barat)

Al Anwariyah (Provinsi Banten)

Al Aqsha (Provinsi DKI)

AL FALAH (Provinsi Sumatra Utara)

AL FALAH (Provinsi Banten)

AL FALAH (Provinsi Banten)

Al Hayatul Islamiyah (Provinsi Jawa Timur)

Al Hidayah (Provinsi Banten)

Al Hijrah (Provinsi Banten)

AL Hikmah (Provinsi Banten)

Al Hikmatuzzainiyah (Provinsi DKI)

Al I'Tishom (Provinsi DKI)

Al Imdad (Provinsi Jawa Timur)

Al Islah (Provinsi DKI)

Al Islah (Provinsi Jawa Timur)

Al Istikomah (Provinsi Banten)

Al Istiqomah (Provinsi Banten)

Al Istiqomah (Provinsi Banten)

Al kautsar (Provinsi DKI)

Al Khoeriyah Bantar (Provinsi Jawa Barat)

Al Muhajiri (Provinsi DKI)

Al Muhajirin (Provinsi Jawa Barat)

Al Mukhlisin (Provinsi Sumatra Utara)

AL Qur'ani (Provinsi Yogyakarta)

Al Wasatiyah (Provinsi Banten)

Al Wathoniyah 9B (Provinsi DKI)

Al-Hikam (Provinsi Banten)

Al-hikmah (Provinsi Jawa Timur)

Al-Mu'awanah (Provinsi Banten)

Al-Mubarok (Provinsi Banten)

Al-Munir (Provinsi Banten)

An Nuriyah (Provinsi DKI)

An Nuur (Provinsi DKI)

Ar Rohman (Provinsi Jawa Barat)

Ar-Rahman (Provinsi Banten)

Ar-Rosyidiyah (Provinsi Banten)

As Sa'adah (Provinsi Banten)

As salam (Provinsi Jawa Timur)

Ash Sholatiyah (Provinsi Banten)

Ash sholihah (Provinsi Yogyakarta)

Assidiqiyah (Provinsi DKI)

At Tarbiyah (Provinsi Banten)

At-Tauhidiyah (Provinsi Banten)

Bahrul Ulum (Provinsi Jawa Barat)

Baitur rahman (Provinsi Banten)

Baitussalam (Provinsi Sumatra Utara)

BaitusSalam (Provinsi Yogyakarta)

Bani Hamid (Provinsi Banten)

Budi mulyo (Provinsi Sumatra Utara)

Budi mulyo (Provinsi Jawa Timur)

Bustanul Muta'alimin (Provinsi Jawa Timur)

Choirul Huda (Provinsi Banten)

Daar El Hikam (Provinsi Banten)

Daar El Ulum (Provinsi Banten)

Daarul Barkah (Provinsi Banten)

Daarul Falahiyyah (Provinsi Banten)

Daarul Hikam (Provinsi Banten)

Daarul Irfan (Provinsi Banten)

Daarul Mubtadin (Provinsi Banten)

Daarul Muhsinin (Provinsi Sumatra Utara)

Daarut Tarbiyah (Provinsi DKI)

Darul Falah (Provinsi Jawa Timur)

Darul Falah (Provinsi Banten)

Darul Fatwa (Provinsi Jawa Barat)

Darul Fikri (Provinsi Banten)

Darul Hijrah Wal Banna (Provinsi Banten)

Darul Hikam (Provinsi Jawa Barat)

Darul Hikmah (Provinsi Sumatra Utara)

Darul Hikmah Asahan (Provinsi Sumatra Utara)

Darul Iftida (Provinsi Banten)

Darul Ihsan (Provinsi Banten)

Darul Istiqomah (Provinsi Sumatra Utara)

darul kholifah (Provinsi Banten)

Darul Mubtadin (Provinsi Banten)

Darul Muhsisnin (Provinsi Banten)

Darul Nadwah (Provinsi Banten)

Darul Qur'an Wal Irsyad (Provinsi Jawa Timur)

DarusSalam Al Bantany (Provinsi Banten)

Darussurur (Provinsi Jawa Barat)

Darut Tafkir (Provinsi Banten)

Fatchul Ulum (Provinsi Jawa Timur)

Fathul Khair (Provinsi Jawa Barat)

Faturrahman (Provinsi Jawa Barat)

Hidayatul Hasan (Provinsi Jawa Timur)

Hidayatul Mubtadien (Provinsi Yogyakarta)

Hidayatul Mubtadiin (Provinsi Jawa Timur)

Hidayatus Solihin (Provinsi Banten)

Hikmah Syahadah (Provinsi Banten)

Hikmah Syahadah (Provinsi Banten)

Himmatul Mujahidin (Provinsi Banten)

Ittihadul Mubarok (Provinsi Banten)

Jami'yatul Quro (Provinsi Banten)

Jamiatul Quro' (Provinsi Banten)

Jamiyyatu Syubyan (Provinsi Banten)

Jumdul Mu'minin (Provinsi Banten)

Kanzul Ulum (Provinsi Jawa Timur)

MA 'HAD AL ULYA (Provinsi Sumatra Utara)

Manba'ul Huda AL Mubarok (Provinsi Jawa Timur)

Manba'ul ulum (Provinsi Jawa Timur)

Miftahul Aliyah (Provinsi Banten)

Miftahul Huda (Provinsi Banten)

Miftahul Huda Al Munawa (Provinsi Banten)

Miftahul Ulum (Provinsi Jawa Timur)

Miftahul Ulum (Provinsi Banten)

Minhajul Hidayah (Provinsi Banten)

Minhajul Karomah (Provinsi Banten)

Mthlabul Ulum (Provinsi Jawa Timur)

Muawanatul Muslimin (Provinsi Banten)

Mulana Yusuf (Provinsi Banten)

Nidzomul falah (Provinsi Banten)

Nur Aulia (Provinsi Banten)

Nurul A'la (Provinsi Banten)

Nurul Abshor Ishak (Provinsi Banten)

Nurul Amanah (Provinsi DKI)

Nurul Amanah (Provinsi Jawa Barat)

Nurul Amin (Provinsi Jawa Timur)

nurul bahri (Provinsi DKI)

Nurul Falah (Provinsi Banten)

Nurul Falah (Provinsi Banten)

Nurul Falah (Provinsi Banten)

Nurul Fikri (Provinsi Banten)

Nurul Gaos (Provinsi Banten)

Nurul Haromain (Provinsi Jawa Timur)

Nurul Hikmah (Provinsi Banten)

Nurul Huda (Provinsi Banten)

Nurul Huda (Provinsi Banten)

Nurul Huda (Provinsi Banten)

Nurul Huda (Provinsi Banten)

Nurul Ihsan (Provinsi Banten)

Nurul Ihsan (Provinsi Banten)

Nurul Iman (Provinsi Banten)

Nurul Jadid (Provinsi Jawa Timur)

nurul muslimin (Provinsi Jawa Barat)

P Assalafiyah Hijrotul Muta'alimin (Provinsi Banten)

Pangeran Diponegoro (Provinsi Yogyakarta)

Parta marbaul hidayah (Provinsi DKI)

Pesantren Anak Jalanan At Tamur (Provinsi Jawa Barat)

Pesantren Sirajul Huda (Provinsi Sumatra Utara)

pompes salafiyah darussalam (Provinsi Sumatra Utara)

pompes terpadu al wahda (Provinsi Banten)

Pondok Pesantern Nurul Amanah (Provinsi Jawa Timur)

Pondok Pesantren Al Hasyimiyah (Provinsi Sumatra Utara)

Pondok Pesantren Nahdlatussubban (Provinsi Jawa Timur)

Pondok pesantren syekh muhamad baqi babusalam (Provinsi Sumatra Utara)

ponpes al hikmah (Provinsi Banten)

Ponpes Riyadul Muslimin (Provinsi Banten)

PP Ahmad Dahlan (Provinsi Yogyakarta)

PP AL - Inayah (Provinsi Banten)

pp Al Barokah (Provinsi Jawa Timur)

PP Al Falaa (Provinsi Jawa Timur)

PP Al Falah (Provinsi Jawa Timur)

PP Al Fatah Mandiri (Provinsi DKI)

PP Al Furqon Sanden (Provinsi Jawa Timur)

PP Al Huda (Provinsi Jawa Timur)

PP Al Jaelani (Provinsi Yogyakarta)

PP Al Mahbubiyah (Provinsi DKI)

PP Al Muttaqin (Provinsi Banten)

PP Alfalah (Provinsi Jawa Timur)

PP Anak Muhyiddin (Provinsi Jawa Timur)

PP AR-Rohman (Provinsi Banten)

PP Ash Shidiqiyah Salafiyah (Provinsi Yogyakarta)

pp Assa'diyah (Provinsi Jawa Timur)

PP Assalafiyah Danul Mutaqin (Provinsi Banten)

PP Assalafiyah Washilatu Tholibin (Provinsi Banten)

PP Assuniyah Nurul hidayah (Provinsi Jawa Timur)

pp at-taufiqurrahman (Provinsi Sumatra Utara)

PP Bani Toyib (Provinsi Banten)

PP Bani Wahum (Provinsi Banten)

PP Daarul Ikhwan (Provinsi Jawa Barat)

PP Daarul Ma'arif (Provinsi Jawa Barat)

PP Daarul Mukhlishiin (Provinsi Jawa Timur)

PP Dapur roja (Provinsi Jawa Timur)

PP Darul Hijrah Hessa Air Genting (Provinsi Jawa Timur)

PP Darul Hikmah (Provinsi Sumatra Utara)

PP Darul Ilmi (Provinsi Jawa Barat)

PP Darul Maghfur (Provinsi Jawa Timur)

PP Darussalam (Provinsi Jawa Timur)

PP Fathurohman (Provinsi Banten)

PP Ibnul Qoyyim Putri (Provinsi Yogyakarta)

PP Jamiyatul Washilah (Provinsi Sumatra Utara)

PP Langitan (Provinsi Jawa Timur)

PP Matlaul Huda (Provinsi Banten)

PP Muta'alimina Qira'at (Provinsi Banten)

PP NU Paringgonan (Provinsi Sumatra Utara)

PP Nuruh Fahmi (Provinsi Banten)

PP Nurul Hidayah (Provinsi Banten)

PP Nurul Hijaiyah (Provinsi Banten)

PP Nurul Hijrah (Provinsi DKI)

PP Nurul Iman (Provinsi Banten)

PP Nurul Yaqin (Provinsi Banten)

PP Pembangunan Sumur Bandung (Provinsi Jawa Barat)

pp quddussalam (Provinsi Sumatra Utara)

PP Riyadhul Habaib (Provinsi Banten)

PP Salafiyah Al Ihlas (Provinsi Jawa Timur)

PP salafiyah Darussalam (Provinsi DKI)

PP Salafiyah Syafi'iyah Ash Sholihin (Provinsi Jawa Timur)

PP Salafiyah Torikoful Barokah (Provinsi Banten)

PP Salamun Futuhan (Provinsi Banten)

PP Sunan Kalijogo (Provinsi Jawa Timur)

PP Sunni Darussalam (Provinsi Yogyakarta)

PP Terpadu Al Yatim (Provinsi Jawa Timur)

PP Terpadu Hidayatul Falah (Provinsi Banten)

PP Waru Doyong (Provinsi Jawa Timur)

PP Yatim At Taufiq (Provinsi DKI)

PP Yatim Piatu As Surur (Provinsi DKI)

PP. Rahmatul Umah (Provinsi Banten)

PPAI Darunnajah (Provinsi Jawa Timur)

PPS As Shiddiqiyah (Provinsi Sumatra Utara)

PPS Hajjaturrokhmah (Provinsi Sumatra Utara)

PPS Jaharul wathon (Provinsi DKI)

PPS Ula Darul Ulum (Provinsi Sumatra Utara)

Raudatussalam (Provinsi Banten)

Raudhoh Al Aitam (Provinsi DKI)

Raudhotul Falah (Provinsi Banten)

Raudotul salafiah (Provinsi Banten)

Riyadhotul Hikmah (Provinsi Banten)

Riyadhotul Hikmah (Provinsi Banten)

Riyadlus Sholihin (Provinsi Banten)

Riyadotul Falah (Provinsi Banten)

Riyadul Atfal (Provinsi Banten)

Riyadul Awamil (Provinsi Banten)

Roudlotul Muta'Allimin (Provinsi Jawa Barat)

ruhul islam (Provinsi Sumatra Utara)

Sabilillah (Provinsi Banten)

Sablul Mukminin (Provinsi Sumatra Utara)

Salafiyah Assyafi'iyah (Provinsi Jawa Timur)

Sirojul Ummah (Provinsi Jawa Timur)

Subulul Falah (Provinsi Banten)

Syawarifiyyah (Provinsi DKI)

Ta'limul Mutalim (Provinsi Banten)

Taajul Ulum (Provinsi Banten)

Tadibul ahkam (Provinsi Banten)

taman bunga (Provinsi Jawa Timur)

Tarbiyatul Mubtadin (Provinsi Jawa Barat)

TQ Amanatul Huda (Provinsi Banten)

tunas islam (Provinsi DKI)

ululilmi (Provinsi DKI)

Ulumul munawarah (Provinsi Sumatra Utara)

Umul Rodhiyah (Provinsi Banten)

Ustad DwilAbah Awi (Provinsi Banten)

Yatim Ziyadatul Mubtadiien (Provinsi DKI)

Yayasan PP Rhoudhotul Hasanah (Provinsi Jawa Timur)

Zakiyun Najah (Provinsi Sumatra Utara)

Kata Kunci: